Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan 2017

Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi

Pedoman Sergur 2017. Sebagai bahan pegangan dan persiapan bagi Calon Peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan melalui Direktorat Jendral Guru Dan Tenaga Kependidikan telah mengeluarkan Buku Pedoman sebagai petunjuk peserta dalam mengikuti proses Sertifikasi Guru Dalam Jabatan sebelum maupun sesudah melaksanakan kegiatan tersebut. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini telah memasuki tahap kesebelas, semenjak telah dilaksanakan sejak tahun 2007 hingga tahun 2017. Pelaksanaam Sertrifikasi Guru merupakan salah satu wujud implementasi dari Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, untuk itu perwujudan pelaksanaan sertifikasi guru diharapkan adanya perbaikan penyelenggaraan dari tahun ke tahun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Dalam proses pelaksanaan sertifiksi guru tahun 2017, terdapat 2 (dua) mekanisme utama yang harus diketahui bagi calon peserta, yaitu mekanisme penyelenggaraan dan proses penetapan. Proses penetapan calon peserta pada tahun 2017 menggunakan batas minimal hasil uji kompetensi guru (UKG) pada tahun 2015 yaitu skor minimal 55. Pelaksanaan UKG yang telah dilaksanakan diwujudkan dengan nilai yang telah dirangking. Tahapan perangkingan ini dilakukan oleh sistem yang terintegrasi dengan Data Podok Pendidikan (DAPODIK) dan dipublikasikan secara online.

Terdapat 4 (empat) Buku Pedoman Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2017.
  1. Buku 1 : Tentang Pedoman Penetapan Peserta
  2. Buku 2 : Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sertifikasi Guru
  3. Buku 3 : Tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)
  4. Buku 4 : Tentang Pedoman Pengelolaan Dana Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2017
Pedoman Penetapan Peserta
Siapa saja yang berhak untuk ditetapkan sebagai calon peserta?
Sebelum peserta di tetapkan ada beberapa syarat yang harus di ikuti oleh peserta sebagai calon peserta sertifikasi guru, antara lain :
  1. Guru di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang belum memiliki sertifikat pendidik.
  2. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  3. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki ijin penyelenggaraan.
  4. Memiliki status sebagai guru tetap (GT) dibuktikan dengan Surat Keputusan sebagai Guru PNS/Guru Tetap. Bagi GT bukan PNS pada sekolah swasta, SK Pengangkatan dari yayasan minimum 2 tahun terakhir berturut-turut pada yayasan yang sama dan Akte Notaris pendirian Yayasan dari Kementerian Hukum HAM. Sedangkan GT bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK pengangkatan sebagai guru honor tetap dengan gaji dari APBD dari pejabat yang berwenang (Bupati/Walikota/ Gubernur) minimum 2 tahun terakhir berturut-turut.
  5. Masih aktif mengajar dibuktikan dengan memiliki SK pembagian tugas mengajar dari kepala sekolah 2 tahun terakhir (bagi guru yang linier kualifikasi akademik dengan bidang studi sertifikasi melampirkan SK terakhir). 
  6. Pada tanggal 1 Januari 2018 belum memasuki usia 60 tahun.
  7. Telah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015.
  8. Sehat jasmani (jiwa dan raga) dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter pemerintah.
Setelah syarat di atas telah terpenuhi, maka proses tahapan selanjutnya adalah Penetapan peserta. Untuk lebih jelasnya, silahkan unduh Buku 1 tentang : Pedoman Penetapan Peserta.

Simak Juga Buku 2 : Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sertifikasi Guru. Baca Buku 2 
Simak Juga Buku 3 : Tentang Rambu-rambu Pendidikan PLPG. Baca Buku 3

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget