Hari Sekolah Sesuai Dengan Permendikbud 23 Tahun 2017

Hari Sekolah

Program Hari Sekolah sesuai dengan Permendikbud 23 Tahun 2017 adalah salah satu program NAWACITA. Dimana pada point 8 mengusung tentang Pendidikan Karakter. Isi point 8 pada salah satu program tersebut adalah : Melakukan revolusi karakter bangsa, melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan (civic education), yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti : pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotism dan cinta tanah air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Kami akan mengevalusi terhadap model penyeragaman dalam sistem pendidikan nasional -termasuk di dalamnya Ujian Akhir Nasional dan pembentukan kurikulum yang menjaga keseimbangan aspek muatan lokal (daerah) dan aspek nasional, dalam rangka membangun pemahaman yang hakiki terhadap ke-Bhineka-an yang Tunggal Ika. Untuk pendidikan dasar, pembobotan dilakukan dengan menekankan 70% substansinya harus berisi tentang budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik (bagian dari revolusi mental). Untuk pendidikan tinggi, 60% politeknik dan 40% sains. Kami akan memberikan jaminan hidup yang memadai para guru yang ditugaskan di daerah terpencil, dengan pemberian tunjangan fungsional yang memadai, pemberian asuransi yang menjamin keselamatan kerja, fasilitas-fasilitas yang memadai dalam upaya pengembangan keilmuan serta promosi kepangkatan dan karir. Kami akan melakukan pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah terutama wilayahwilayah yang selama ini diidentifikasi sebagai area dimana tingkat dan pelayanan pendidikan rendah atau buruk harus dilakukan. Salah satunya, adalah penyediaan dan pembangunan sarana transportasi dan perbaikan akses jalan menuju fasilitas pendidikan/sekolah dengan kualitas yang memadai sehingga para pesertadidik dan guru di seluruh wilayah dapat manjangkau sekolah secara fisik dengan aman. Kami akan membuat kebijakan rekrutmen dan distribusi tenaga pengajar (guru) yang berkualitas akan dilakukan secara merata. Dari hasil beberapa penelitian, diungkap bahwa banyak para guru yang ditugaskan di daerah enggan untuk melaksanakan baktinya secara professional. Banyak ditemukan guru-guru yang tidak secara reguler mengajar, akibatnya peserta didik terlantar. Kami akan menginisiasi UU Wajib Belajar tanpa dipungut biaya. Program ini dilaksanakan untuk mencapai target tingkat partisipasi 100% untuk SD, dan 95% untuk tingkat SLTP. Selama penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah masih memberikan beban pembiayaan kepada peserta didik, maka mustabil angka partisipasi akan meningkat secara signifikan. Dengan demikian tidak ada lagi alasan bagi orang tua untuk tidak menyekolahkan anaknya karena alasan kendala ekonomi. Kami akan meningkatkan pemberian subsidi kepada PTN sehingga memperbesar akses warga miskin untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Kami akan memprioritaskan pembiayaan untak kegiatan yang berhubungan dengan penelitian pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi unggulan akan diupayakan untuk diberikan secara regular dengan terintegrasi dengan arah pengembangan pendidikan tinggi. Kami akan mewajibkan aparatur pemerintah untak menganut 'techno-ideology', bahwa melalui pendidikan penguasaan teknologi kita harus bangkit dari 'amnesia sejarah' dan 'amnesia ideologi'. Pengetahuan dan penguasaan teknologi sebagai kurikulum wajib di sekolah dan perguruan tinggi sebuah keharusan.
Sumber :  http://abbah.yolasite.com/resources/VISI%20DAN%20MISI%20JOKOWI%20JK.pdf

Inilah yang sedang digalakkan oleh Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam melaksanakan Penetapan Hari Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 yang rencana pelaksnaannya akan mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2017/2018. Program yang di usung oleh Kementerian Pendidikan adalah "Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter sebagai Fondasi dan Ruh Utama Pendidikan". Ada 5 (lima) faktor Pendukung Pendidikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), meliputi :
  1. Revitalisasi peran Kepala sekolah sebagai Manajer.
  2. Revitalisasi kewajiban 8 jam guru di sekolah sesuai dengan PP. No 19/2017 tentang guru.
  3. Revitalisasi Komite Sekolah sesuai dengan Permendikbud No. 75/2016 tentang Komite Sekolah.
  4. Kegiatan Pembelajaran 5 Hari sesuai dengan Permendikbud No. 23/2017 tentang Hari Sekolah.
  5. Penguatan Ekosistem Pendidikan.

Tujuan Pengaturan Hari Sekolah ini berisi tentang Penguatan Pendidikan Karakter, dalam rangka mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan globalisasi serta dapat menterestorasi di sekolah. Agar guru lebih mudah memenuhi beban kerjanya sehingga tidak mengejar pelaksanaan pembelajaran di luar satuan administrasi pangkalnya. Beban kerja guru meliputi :
  1. Merencanakan pembeajaran atau pembimbingan.
  2. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan.
  3. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan.
  4. Membimbing dan melatih Peserta Didik; dan
  5. Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai beban kerja Guru.
Lebih jelasnya, silahkan lihat paparan tentang Hari Sekolah Sesuai dengan Permendikbud 23 Tahun 2017. Baca Paparan Hari Sekolah.

Label:
Reaksi:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget