Juknis Program PKB 2017

Juknis Program PKB 2017

Pada tahun 2017, Ditjen GTK mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang merupakan kelanjutan dari Program Guru Pembelajar (GP), yang mana kelanjutan dari program tersebut mempunyai tujuan utama yaitu untuk meningkatkan kompetensi guru yang di tunjukkan dengan kenaikan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional yaitu 70.

Di tahun ini, Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), dilaksanakan berbasis Komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (Komunitas GTK). Dalam hal ini Pusat Kegiatan Gugus/Kelompok Kerja (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGMBK)/Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKS)/Kelompok Kerja Pengawas (KPPS) merupakan salah satu prioritas Ditjen GTK.

Pemenuhan Anggaran Biaya PKB
Besaran Dana untuk Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan tidak hanya didanai oleh anggaran pemerintah pusat, namun melibatkan juga anggaran pemerintah daerah, lembaga swasta/BUMN melalui Corporate Social Responsibility (CSR), serta pembiayaan mandiri oleh peserta.

Bagaimana Pelaksanaan PKB Tahun 2017
Pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahapan moda, yaitu:

  1. Tatap Muka.
  2. Daring Murni (full online learning).
  3. Daring Kombinasi (kombinasi daring dan tatap muka).
*)Daring = Dalam Jejaring
*)Daring Kombinasi dapat pula dinamakan dengan blended learning.

Bagaimana sih Moda Tatap Muka itu?
Moda tatap muka merupakan sistem pembelajaran, di mana terjadi interaksi langsung antara fasilitator dengan peserta. Interaksi ini meliputi : Pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, praktik, dan penilaian.

Fasilitator pada PKB adalah Instruktur Nasional atau yang kita kenal dengan sebutan IN, dan selaku peserta dan panitia kelas adalah guru.

Bagaimana dengan Program Pengembangan Daring Murni?
  • Constructivism
  • Social Cosntructivism
  • Community Of Leamers.
  • Pemanfaatan Website yang bisa di akses melalui internet.
  • Interaktivitas, kemandirian, aksesibilitas, dan pengayaan.
Pada pembelajaran model ini, melibatkan fasilitator (IN) dan Guru (peserta) dengan memanfaatkan TIK secara penuh untuk mengakses dan mempelajari bahan ajar, mengerjakan lembar kerja, berdiskusi serta berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman peserta lainnya.
Selama proses berlangsung, peserta difasilitasi secara daring penuh oleh pengampu dan akan dibantu oleh admin LMS dalam hal teknis pembelajaran.

Penjelasan singkat Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Moda Daring Kombinasi
Pada moda ini, peserta akan berinteraksi dengan pengampu secara daring, sedangkan interaksi antara peserta dengan mentor dilakukan secara daring (dalam jejaring) maupun luring (luar jejaring).
Peserta berinteraksi dengan pengampu secara synchronous dengan menggunakan video call, telepon atau live chat atau dapat pula menggunakan asynchronous yaitu interaksi belajar pada waktu yang tidak bersamaan dengan menggunakan forum atau message.

Sasaran Pelaksana PKB
Antara lain:
  1. Ditjen GTK.
  2. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan - Kelautan Perikanan dan Teknologi Komunikasi (LPPPTK-KPTK).
  3. Dinas Pendidikan Provinsi.
  4. Dinas Pendidikan Kab/Kota.
  5. Satuan Pendidikan.
  6. Kelompok Kerja Guru/Masyarakat Kerja Guru.
  7. Guru dan atau Tenaga Kependidikan.
Syarat apa saja yang harus dimiliki Peserta pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Peserta wajib menyelesaikan setidaknya 2 (dua) kelompok kompetensi yang nilainya paling rendah dalam satu tahun program berjalan dan atau 2 (dua) modul prioritas yang sudah ditentukan dengan moda yang telah ditentukan oleh pihak penyelenggara dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.
Syarat bagi guru yang akan mengikuti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan adalah guru yang :
  1. Profil hasil UKGmenunjukkan terdapat 3 (tiga) hingga 10 (sepuluh) kelompok kompetensi yang nilainya di bawah KCM (65). Jika guru tersebut belum melakukan UKG atau telah melakukan UKG namun dengan mapel/paket/jenjang yang tidak sesuai(pindah mapel, mutasi), maka guru tersebut diwajibkan untuk melakukan tes awal dengan menggunakan sistem UKG.
  2. Terdaftar di dalam Komunitas GTK pada Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKB.
  3. Berada di wilayah yang tersedia akses/jaringan internet.
  4. Bersedia melaksanakan pembelajaran dengan kemauan dan komitmen yang tinggi.
Komunitas GTK
Komunitas GTK merupakan komunitas yang telah terdaftar dan teregristasi secara resmi di SIMPKB. Komunitas GTK terdiri dari beberapa komunitas POKJA (Kelompok Kerja) dan komunitas rayon.

Komunitas POKJA adalah komunitas yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Prov/Kab/Kota dan memiliki Surat Keputusan Pendirian Komunitas. Komunitas POKJA terdiri dari:
  1. PKG (Pusat Kegiatan Gugus).
  2. KKG (Kelompok Kerja Guru).
  3. MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).
  4. MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling).
Komunitas RAYON adalah forum/wadah kegiatan profesional guru mapel/paket keahlian yang anggotanya ada dalam satu atau lebih provinsi yang dikoordinir dan dibentuk oleh UPT.

Alur Pendaftaran Komunitas POKJA


Alur Pembentukan Komunitas Rayon oleh UPT


Kata Kunci :
SIM = Sistem Informasi Manajemen
LMS = Learning Management System

Untuk Juknis PKB 2017, silahkan Baca dan Download di SINI
Untuk Informasi Pengumuman SIMPKB, silahkan Baca dan Simak di SINI
Untuk Login SIMPKB, silahkan simak di SINI

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget